Program Studi Akuntansi
JURUSAN AKUNTANSI
Terakreditasi B, SK Badan Akreditasi Nasional Depdiknas RI
VISI
Diakui secara nasional sebagai program studi unggul dan bermoral
dalam bidang akuntansi
MISI
1. Membantu pengembangan diri mahasiswa jurusan Akuntansi menjadi insan yang bermoral, menguasai ilmu akuntansi, dan berwawasan sosial melalui proses pembelajaran yang efektif dan partisipatif.
2. Mengembangkan kehidupan akademik jurusan Akuntansi yang dinamis, didukung tenaga kependidikan dan staf administrasi yang berkualitas
TUJUAN
Dalam menjawab tantangan di era globalisasi ini jurusan
akuntansi mempunyai tujuan membentuk sarjana ekonomi akuntansi
yang berkualitas dalam hal:
1. Menghasilkan dan menganalisi informasi keuangan dan non keuangan secara profesional sebagai dasar pengambilan keputusan.
2. Memiliki dasar-dasar ilmiah, pengetahuan serta metodologi yang baik sebagai dasar untuk melanjutkan studi jenjang pendidikan strata 2
3. Bersifdat terbuka terhadap perubahan dan kemajuan teknologi maupun masalah yang dihadapi masyarakat
STATUS
Status Jurusan Akuntansi berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 102/DIKTI/2000.
Status terakreditasi dengan peringkat B dari Badan Akreditasi Nasional berdasarkan SK BAN No.01/BAN-PT/Ak-V/VI/2002
KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN AKUNTANSI STIE MUSI
Kompetensi utama:
Menjadi
akuntan yang beretika dan bermoral
Sub kompetensi:
1. Memahami prinsip dan teori akuntansi dan mampu menerapkannya dalam kasus nyata
2. Mengerti, memahami dan menerapkan kebijakan perpajakan dalam praktek nyata
3. Mengerti, memahami dan menerapkan prosedur audit dalam praktek nyata
4. Memahami fungsi akuntansi biaya yang membantu manajemen dalam perencanaan dan pengendalian perusahaan
5. Mampu menggunakan teknologi, alat dan sistem informasi yang efektif
6. Mampu menganalisa dan mencari solusi permasalahan akuntansi
PROSES PEMBELAJARAN/METODE PENGAJARAN
Berbasiskan Kompetensi yang akan dicapai, maka proses
pembelajaran akan berorientasi pada student learning dan problem
solving based sehingga Kuliah mimbar mulai diminimalisasi
sedangkan diskusi dan praktek semakin dimaksimalkan. Kondisi
kelas dibuat menjadi lebih dinamis, fasilitas pembelajaran
diperbanyak kuantitasnya, dan kualitas dosen juga lebih
ditingkatkan.